Kamis, 27 Januari 2011

CARA MEMBENTUK ANAK

0

Membentuk mangga dan jeruk, istilah tersebut hanyalah perumpamaan, jika anda menanam mangga harum manis dan merawatnya sesuai dengan buku petunjuk pertanian, pastilah akan berbuah mangga harum manis yang rasanya nikmat. Jika anda menanam jeruk bali sesuai dengan tata cara yang diajarkan petani jeruk bali yang berhasil, maka yang anda dapatkan adalah jeruk bali ranum dan tiada duanya. Begitupun pola yang anda tanamkan selama ini pada anak. Jika anda mendidiknya dengan baik dan benar maka akan menuai hasil yang baik pula. Yakni remaja santun dan berprestasi dambaan orangtua. Namun yang terjadi ternyata jauh panggang dari api. Meski mati-matian mencetak mereka menjadi unggul ternyata mereka menjadi remaja yang masa bodoh, pembangkang dan nakal. Adakah yang salah dengan diri kita? Pasti ada! Bukannya menjustifikasi, tetapi sebuah survey di Amerika membuktikan bahwa 80% faktor kelakuan anak dibentuk oleh orangtuanya. Lingkungan hanya memberikan distribusi 20% saja, bahkan bisa kurang.
Segala hal yang diajarkan orangtua hingga pola pengasuhan mereka amatlah berperan maha penting bagi remaja anda masa kini. Jika terlalu keras kita mendidik mereka, pada saatnya nanti mereka akan melawan cara pengasuhan yang sudah kita terapkan. Jika kita mendidik mereka dengan penuh tipu daya, misalnya, selalu mengiming-imingi akan membelikan sesuatu jika juara kelas namun tidak anda jalani, jangan salahkan anak bila suatu hari akan melakukan hal yang sama pada anda. 
Jadi, usahakan lah tetap berada pada jalur yang semestinya, agar si remaja tumbuh sesuai dengan yang anda inginkan. Jadikan ia jeruk dan mangga sebagaimana mestinya.

RAWAT GIGI SUSU

0

Perawatan gigi yang benar sebaiknya dimulai bahkan sebelum bayi mulai tumbuh gigi pertamanya. Walaupun tidak terlihat, gigi sebenarnya sudah terbentuk sejak trimester kedua masa kehamilan. Pada saat kelahiran, seorang bayi sudah memiliki 20 gigi susu di dalam rahangnya. Orang tua mempunyai peranan penting untuk mengajari anak akan kebiasaan untuk selalu menjaga kesehatan gigi, sebab gigi tidak dapat tergantikan oleh apapun, kapanpun, dimanapun. Kerusakan gigi dapat terjadi pada bayi bila orang tua memiliki kebiasaan yang kurang baik seperti membiarkan bayi tidur dengan botol susu di mulutnya. Menurut beberapa dokter gigi anak, kebiasaan semacam ini dapat merusak gigi bayi bila dibiarkan terus menerus. Gula yang terdapat pada susu yang menempel terus di gigi bayi selama berjam-jam dapat merusak enamel gigi. Awalnya dapat terjadi perubahan warna pada gigi depan. Lama kelamaan bila dibiarkan dapat timbul lubang gigi. Orang tua juga harus membiasakan waktu minum susu yang teratur karena menghisap botol susu terus menerus sepanjang hari dapat merusak gigi bayi. Lubang gigi dapat timbul karena makanan yang menempel pada gigi dan tidak segera dibersihkan. Makanan tersebut akan membentuk semacam zat asam yang dapat merusak lapisan-lapisan gigi. Bila lapisan gigi rusak maka akan timbul lubang gigi.

Senin, 17 Mei 2010

BITA LAGI POSE DENGAN BUNDA

0

Bunda Mud, bu Waroh, bu Kus, mama Bita dan Bita lagi berpose
sebelum meninggalkan lokasi wisata Sengkaling. Dengan outbound anak dan orang tua dapat menikmati lingkungan yang baru dan mencari suasana yang berbeda sehingga hidup semakin menyenangkan.

FOTO SENGKALING

0

Bunda Titik lagi berpose sama ella dan kak vino yang lagi naik gajah di Sengkaling Malang. Bermain memang dunianya anak-anak. Cara mengenalkan sesuatu yang baru pada mereka adalah dengan cara bermain sambil belajar sehingga ilmu dapat diterima dengan menyenangkan.

AYO RENANG

0

Lihat teman-teman kita manda, citra, diva, dimas, faris lagi menikmati acara renangnya. Tujuan untuk mengenalkan mereka pada dunia air adalah agar mereka mengetahui 70 persen permukaan bumi di isi oleh air dan air ada tiga macam yaitu air laut, air tawar dan air payau. Banyangkan bila bumi tidak ada air tentu tidak ada kehidupan. Dan air harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dan sumber air harus dijaga.

PENGURUS YAYASAN PENDIDIKAN DESA GEMPOL

0

Foto para Pengurus Yayasan Pendidikan Desa Gempol. Urutan dari kiri Bapak Drs. H. Wahyu Haris, Hj. Kustinah,Hj. Munawaroh, Zus Haidah, Linda Patri S. Masih ada tiga pengurus yang lain yang belum tampil, masih sibuk kali ya.....Kapan-kapan kita tampilkan yang foto lengkapnya.

KEGIATAN OUTBONDKU

0

Asyik, anak-anak Pos Paud Melati Putih lagi berenang saat Outbond di Songgoriti Malang tanggal 12 Mei 2010. Anak-anak sudah diperkenalkan olahraga air seperti renang biar tidak takut air. Karena seusia mereka ternyata ada yang masih takut air,misanya adik Ella yang berdiri pakai celana merah dan kaos biru di atas itu lho, hanya berdiri saja ndak mau berenang seperti anak-anak lainnya. Outbond semester 2 tahun ajaran 2009-2010 kali ini, anak-anak diajak bermain ke Songgoriti dan Sengkaling Malang. Ternyata hasil outbond kali ini luar biasa, anak-anak sangat senang dan semangat mengikuti urutan kegiatan Outbond sampai sore hari. Tak tampak wajah-wajah ngantuk/capek, yang ada wajah riang dengan rasa ingin tahu yang luar biasa dari tempat yang mungkin sebelumnya anak-anak belum banyak yang diajak ke tempat wisata itu. Mereka juga terpuaskan dengan berbagai permainan lomba yang diadakan Bunda dan dengan berbagai permainan yang tersedia di obyek wisata tersebut. Tak hanya anak-anak yang terpuaskan dengan kegiatan outbond kali ini, walimuridpun juga merasa puas dengan acara belanja sayur,buah,bakpou dan perlengkapan dapur yang murah meriah.

Rabu, 05 Mei 2010

0

KEGIATAN BINA KELUARGA BALITA

0

Wah, bunda senang sekali dengan semangatnya para ibu wali murid kelas melati 3 dan kelas melati 4 yang kompak membuatkan mainan kotak seluncur kelereng dengan tema KOTAK buat anak-anak. Kalo begitu bunda jadi senang karena jumlah mainan anak-anak semakin banyak. Jadi tidak usah berebut mainan. Maklum sekolah kita masih baru 1 tahun berdiri. Dengan siswa-siswi kelompok bermain usia 2 th sampai 4 tahun yang sebanyak 70 anak, bunda harus pandai mengerahkan tenaga para wali murid untuk ikut aktif dan memberdayakan kemampuan para ibu anak dengan mengisi berbagai pengetahuan baik di bidang kesehatan, pendidikan dan keterampilan yang bermanfaat melalui kegiatan BKB/bina keluarga balita. Anak-anak juga semangat membantu dan menunggu para ibu wali murid membuat mainan. ''Lihat bunda, mainanku hampir selesai'', celetuk Ardi siswa melati 3. Kegiatan BKB ini diadakan setiap minimal 1 kali tiap bulan. Wah, ternyata enak ya gabung di Pos Paud Melati Putih. Tidak hanya biaya sekolah yang murah dan terjangkau masyarakat, tetapi yang terpenting anak-anak didiknya dapat bermain dan belajar dengan gembira tetapi para wali muridnya juga terberdaya dengan kegiatan BKBnya. Terima kasih mama......sekarang anak-anak sudah punya banyak mainan lagi untuk media pembelajaran. [Bunda Titik]

Selasa, 04 Mei 2010

0

zwani.com myspace graphic comments